Para orang yang selamat dari Mpox di berbagai negara berbagi cerita mereka
Saat Harun Tulunay terinfeksi mpox atau cacar monyet dua tahun lalu, awalnya dia menganggap bahwa gejala yang dirasakannya merupakan tanda penyakit Covid atau influenza.
Akan tetapi tenaga medis seksual dari Turki yang beroperasi di London, Inggris, dengan cepat menyadari bahwa penyakit yang diidapnya lebih serius ketika ia mengalami luka yang menyakitkan, yang akhirnya menyumbat tenggorokannya.
«Ndak bisa aku makan dan nyamatin lagi nih,» ngomongnya ke BBC
Demam panas 42 derajat Celsius membuat saya kehilangan kesadaran dan saya merasa seperti itulah akhir dari segalanya bagi saya. Saya sangat ngeri.
Tulunay adalah salah satu individu yang pertama kali dirawat di rumah sakit di Inggris karena mumps, meskipun ia harus mengalami proses yang lama untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Dia mengatakan bahwa klik disini dia telah berjuang melawan gejala yang dia alami di rumah selama dua minggu dan mengalami empat kali diagnosa yang salah sebelum akhirnya dokter mengidentifikasi bahwa dia terinfeksi mpox tiga hari setelah dirawat di rumah sakit.
Tulunay menyatakan bahwa tidak ada yang menyadari hal itu sebagai mpox.
Setelah akhirnya saya didiagnosis, saya merasa lega. Saya paham bahwa ada banyak treatment yang bisa diambil dan konsultan saya punya pengetahuan yang cukup tentang langkah-langkah yang harus diambil.»
Penularan ke seluruh dunia
Pada bulan Juli tahun 2022, varian mpox Clade 2 jenis yang lebih ringan menjangkau sekitar 100 negara di Eropa, Amerika, dan global—termasuk sebagian wilayah Afrika, Asia, dan Timur Tengah.
Wabah ini menyebar dengan cepat dan telah tercatat lebih dari 87.000 kasus serta 140 kematian, menurut data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pada bulan Agustus tahun ini, WHO mengeluarkan pernyataan keadaan darurat kesehatan global setelah varian virus mpox baru yang berbahaya—dikenal sebagai Clade 1b—mulai menyebar dari Republik Demokratik Kongo (DRC) ke negara-negara tetangga di Afrika.
Dua insiden baru varian virus diluar Afrika telah terdeteksi di Swedia dan Thailand.
Kira-kira 450 orang telah meninggal di Kongo disebabkan oleh wabah mpox yang baru-baru ini bermula tahun lepas.
Kini penyakit ini telah menjangkiti negara-negara tetangga yang sebelumnya tidak terkena dampaknya—termasuk Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda.
Dokter Liliane Nkengurutse, direktur Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat di Burundi, mengatakan bahwa ini adalah penyakit yang baru, sehingga bahkan staf kesehatan tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang penyakit ini.
Ditambahi ku éta: «Kita kedah ngadegkeun kapasitas sadaya staf, pangédan panyalaku, pangharepan, ogé maranéhna.» Kita sangat perlukan kesedaran yang besar.